jagomart
digital resources
picture1_Buku Kimia Sma Pdf 38210 | 172193 Id Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Sm


 208x       Tipe PDF       Ukuran file 0.21 MB       Source: media.neliti.com


File: Buku Kimia Sma Pdf 38210 | 172193 Id Pengembangan Modul Pembelajaran Kimia Sm
seminar nasional pendidikan sains peningkatan kualitas pembelajaran sains dan kompetensi guru melalui penelitian pengembangan dalam menghadapi tantangan abad 21 surakarta 22 oktober 2016 pengembangan modul pembelajaran kimia sma ma berbasis ...

icon picture PDF Filetype PDF | Diposting 13 Aug 2022 | 3 thn lalu
Berikut sebagian tangkapan teks file ini.
Geser ke kiri pada layar.
 
                                           SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN SAINS 
                                     “Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sains dan Kompetensi Guru  
                                melalui Penelitian & Pengembangan dalam Menghadapi Tantangan Abad-21” 
                                                   Surakarta, 22 Oktober 2016 
                  PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN KIMIA SMA/MA BERBASIS 
                     INKUIRI TERBIMBING PADA MATERI POKOK HIDROLISIS GARAM 
                                             Ryzal Perdana1, Ashadi2, Sri Yamtinah3 
                                                                 
                                    1
                                      Universitas Nahdlatul Ulama Lampung, Lampung Timur, 34182  
                                            2,3
                                               Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 57126  
                                                                 
                                         Email Korespondensi: ryzalperdana2009@gmail.com 
                                                            Abstrak  
                  Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk mengetahui: (1) tahapan pengembangan modul kimia berbasis 
                  inkuiri terbimbing pokok bahasan hidrolisis garam (2) kelayakan modul kimia berbasis inkuiri terbimbing 
                  pokok  bahasan  hidrolisis  garam  hasil  pengembangan  (3)  efektivitas  pembelajaran  menggunakan  Modul 
                  Pembelajaran Kimia berbasis Inkuiri Terbimbing pokok Hidrolisis Garam. Penelitian ini merupakan penelitian 
                  Educational Research and Development. Model pengembangan modul yang digunakan adalah model 4D (four 
                  D model). Keempat tahapan tersebut adalah define, design, development dan diseminate. Pengujian modul 
                  dilakukan dengan eksperimen menggunakan sampel sebanyak dua kelas untuk masig-masing sekolah. Hal 
                  tersebut untuk membandingkan peningkatan hasil belajar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol pada 
                  masing-masing sekolah. Penelitian dilakukan di SMA N 1 Pekalongan, SMA N 2 Sekampung dan MA Ma’arif 
                  5 Sekampung Kab. Lampung Timur tahun akademik 2014/2015.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah 
                  pengembangan  modul  pembelajaran  berbasis  inkuiri  terbimbing  telah  melalui  tahap  define,  design, 
                  development dan diseminate. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa modul mendapatkan kriteria “Sangat 
                  Baik” yang artinya layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada peningkatan 
                  hasil belajar siswa setelah menggunakan modul pembelajaran kimia berbasis inkuiri terbimbing. Hasil uji 
                  statistik di SMA N 1 Pekalongan menunjukkan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil uji statistik di SMA N 2 
                  Sekampung  menunjukan  taraf  signifikansi  α  =  0,05.  Hasil  uji  statistik  di  MA  Ma’arif  5  Sekampung, 
                  menunjukan taraf signifikansi α = 0,05, yang artinya hasil belajar siswa menggunakan modul kimia berbasis 
                  inkuiri terbimbing lebih baik dari pada siswa dengan pembelajaran konvensional. 
                  Kata kunci: Modul, Inkuiri Terbimbing, Hasil Belajar 
                   
                  Pendahuluan                                      ini nilai UN siswa tahun 2013 dan 2014 masih 
                                                                   rendah.  Materi  Pokok  Hidrolisis  Garam 
                        Sains  atau  Ilmu  Pengetahuan  Alam       merupakan  materi  pemantapan  dari  materi 
                  (IPA)  merupakan  salah  satu  persyaratan       sebelumnya.  Pada  materi  ini  akan  dibahas 
                  dalam penguasaan ilmu dan teknologi. Kimia       tentang  pengertian  larutan  hidrolisis,  cara 
                  sebagai  salah  satu  ilmu  dasar  dalam  IPA    kerja    pembuatan      larutan   tersebut, 
                  mempunyai andil yang besar dalam kemajuan        penentuan/perhitungan pH, serta aplikasinya 
                  ilmu  pengetahuan  dan  teknologi.  Hal  ini     dalam kehidupan sehari-hari.   
                  ditandai dengan berkembangnya teknologi di               Guru tidaklah dipahami sebagai satu-
                  segala  bidang  yang  menerapkan  konsep-        satunya sumber belajar, tetapi harus mampu 
                  konsep  kimia.  Namun,  pada  kenyataannya       merencanakan  dan  menciptakan  sumber-
                  prestasi belajar kimia secara nasional dinilai   sumber  belajar  lainnya  sehingga  tercipta 
                  masih rendah dan kurang optimal.  
                                                                   lingkungan  belajar  yang  kondusif”  (Yudhi 
                        Masih  banyak    siswa  beranggapan        Munadi,    2010:   5).  Pendapat   tersebut 
                  bahwa  kimia  merupakan  salah  satu  mata       menguatkan bahwa penting bagi guru untuk 
                  pelajaran yang sulit untuk dipahami, sehingga    terus   mengembangkan     media    sebagai 
                  motivasi siswa untuk belajar kimia menjadi       penunjang      pembelajaran.    Lemahnya 
                  rendah.  Berdasarkan  hasil  angket  analisis    pemahaman konsep siswa juga dikarenakan 
                  kebutuhan  siswa  dapat  diketahui  bahwa        pembelajaran yang dilaksanakan guru secara 
                  materi hidrolisis garam merupakan salah satu     umum masih bersifat teacher centered. Belum 
                  materi yang sulit dipahami karena pada materi    maksimalnya  nilai  yang  didapatkan  karena 
                                                       Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains (SNPS) 2016 | 205  
                   
                  pembelajaran     yang     dilaksanakan     masih          pembelajaran      kimia,    sehingga     peneliti 
                  kurang memperhatikan kemampuan berpikir                   memutuskan  untuk  menerapkan  metode 
                  siswa  dan  kurang  menarik.    Padahal                   inkuiri  terbimbing.  Penelitian  dari  Matthew 
                  pengetahuan  yang  diperoleh  siswa  melalui              dan  Kenneth  (2013)  menunjukkan  bahwa 
                  kegiatan  penemuan  dan  analisis  siswa  itu             siswa  yang  diajarkan  menggunakan  metode 
                  sendiri akan dapat bertahan lebih lama dalam              pembelajaran  inkuiri  terbimbing  memiliki 
                  ingatan,  apabila  dibandingkan  diperoleh                nilai prestasi yang lebih baik dari pada siswa 
                  dengan cara-cara yang lain.                               yang  belajar  dengan  menggunakan  metode 
                         Kurikulum yang berlaku saat ini adalah             pembelajaran konvensional. 
                  kurikulum 2013. Berdasarkan Permendikbud                         Faktor-faktor yang diungkapkan di atas 
                  Nomor  69  Tahun  2013  Tentang  Kerangka                 memberi  kesimpulan  bahwa  perlu  adanya 
                  Dasar  dan  Struktur  Kurikulum  SMA/MA                   suatu  inovasi  dalam  proses  pembelajaran, 
                  menyatakan       bahwa      kurikulum       2013          salah satunya adalah dengan pembuatan bahan 
                  dikembangkan dengan penyempurnaan pola                    ajar sesuai dengan karakteristik materi yang 
                  pikir antara lain: pembelajaran yang berpusat             akan  disampaikan.  Menurut  Ibrahim  cit. 
                  pada  guru  menjadi  berpusat  pada  peserta              Trianto  (2012:  98)  bahwa  “Bahan  ajar 
                  didik,     pembelajaran       pasif     menjadi           merupakan      seperangkat     materi/substansi 
                  pembelajaran aktif mencari.                               pembelajaran     (teaching     material)    yang 
                         Pembelajaran       kimia      hendaknya            disusun  secara  sistematis,  mencerminkan 
                  diajarkan  diawali  dari  mengamati  adanya               kompetensi yang akan dikuasai siswa dalam 
                  fenomena,       mengkonseptualisasi,         lalu         kegiatan pembelajaran”. 
                  menyimbolkan.  Hal  ini  sesuai  dengan                            Menurut Briggs cit. Arif et al. (2010: 
                  karakteristik    pembelajaran     kimia     yang          6) bahwa “media adalah segala alat fisik yang 
                  menitikberatkan        pada       keterampilan-           dapat  menyajikan  pesan  serta  merangsang 
                  keterampilan     proses    sains   sebagaimana            siswa untuk belajar. Buku, film, kaset, film 
                  dicanangkan dalam BSNP (2006). Salah satu                 bingkai adalah contoh-contohnya”. Salah satu 
                  pembelajaran      yang     berorientasi     pada          media ajar yang dapat digunakan siswa untuk 
                  pengembangan  keterampilan  proses  sains                 belajar mandiri adalah dalam bentuk modul. 
                  adalah  pembelajaran  inkuiri.  Pendekatan                “Modul  merupakan  bahan  ajar  yang  dapat 
                  pembelajaran berbasis penyelidikan (inkuiri)              digunakan  oleh  siswa  untuk  belajar  secara 
                  didukung  pada  pengetahuan  tentang  proses              mandiri dengan bantuan seminimal mungkin 
                  pembelajaran     yang  telah  muncul  dari                dari orang lain” (Yudhi Munadi, 2010: 99). 
                  penelitian (Bransford et al. 2000).                       Pendapat-pendapat       tersebut    menjelaskan 
                         Metode     inkuiri    terbimbing     yaitu         bahwa dalam proses pembelajaran dibutuhkan 
                  pendekatan     inkuiri    dengan    cara    guru          media untuk menarik motivasi dan rasa ingin 
                  membimbing  siswa  melakukan  kegiatan                    tahu  siswa  terhadap  pelajaran,  salah  satu 
                  dengan  memberi  pertanyaan  awal  dan                    media  yang  dapat  dikembangkan  adalah 
                  mengarahkan  pada  suatu  diskusi.  Guru                  berupa modul karena dapat digunakan siswa 
                  mempunyai  peran  aktif  dalam  menentukan                untuk  belajar  mandiri  dan  meningkatkan 
                  permasalahan            dan         tahap-tahap           minat  baca  siswa  Indonesia  yang  masih  di 
                  pemecahannya. Dengan pendekatan ini siswa                 bawah rata-rata negara tetangga. 
                  belajar lebih beorientasi pada bimbingan dan                       Penelitian        ini       merupakan 
                  petunjuk  dari  guru  hingga  siswa  dapat                pengembangan  modul  pembelajaran  kimia 
                  memahami  konsep-konsep  pelajaran.  Pada                 dengan menggunakan basis inkuiri terbimbing 
                  pendekatan ini siswa akan dihadapkan pada                 pada  materi  hidrolisis  garam.  Penggunaan 
                  tugas-tugas yang relevan untuk diselesaikan               pendekatan      inkuiri    terbimbing     dalam 
                  baik melalui diskusi kelompok maupun secara               pembuatan modul kimia bertujuan agar siswa 
                  individual    agar    mampu  menyelesaikan                lebih aktif dalam proses pembelajaran, bukan 
                  masalah dan menarik suatu kesimpulan secara               hanya di sekolah tetapi juga membantu siswa 
                  mandiri.                                                  untuk belajar mandiri untuk menemukan suatu 
                         Berdasarkan  angket  kebutuhan  guru               konsep dalam pembelajaran kimia. 
                  diperoleh informasi bahwa guru sangat jarang                       Adapun  tujuan  dari  penelitian  ini 
                  menggunakan        metode      inkuiri    dalam           adalah untuk : (1) Mengetahui karakteristik 
                    206 | Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sains dan Kompetensi Guru Melalui Penelitian & Pengembangan 
                                                                                      dalam Menghadapi Tantangan Abad-21 
                      
                     modul  kimia  berbasis  inkuiri  terbimbing               antar  peserta  didik  dan  lembar  observasi. 
                     pokok  bahasan  hidrolisis  garam  hasil                  Pengolahan  data  dalam  penelitian  ini 
                     pengembangan, (2) Mengetahui karakteristik                dilakukan  dengan  menggunakan  analisis 
                     modul  kimia  berbasis  inkuiri  terbimbing               deskriptif,  meliputi  analisis  kelayakan  dan 
                     pokok  bahasan  hidrolisis  garam  hasil                  analisis  data  hasil  tes  belajar.  Metode 
                     pengembangan  (3)  Mengetahui  efektivitas                pengumpulan data dalam penelitian ini adalah 
                     pembelajaran         menggunakan          Modul           dengan  teknik  angket  untuk  mengetahui 
                     Pembelajaran       Kimia     berbasis     Inkuiri         kelayakan  Modul  dari  ahli  materi  dan  ahli 
                     Terbimbing pokok Hidrolisis Garam.                        media serta respon siswa dan guru, penilaian 
                                                                               hasil  belajar  keterampilan dan sikap, teknik 
                     Metode Penelitian                                         tes untuk penilaian hasil belajar pengetahuan, 
                                                                               dan teknik penilaian antar peserta didik untuk 
                              Penelitian  ini  merupakan  penelitian           keterampilan dan sikap.  
                     pengembangan  (research  and  development/R                      Pada tahap pengembangan draf I Modul  
                     & D) yang bertujuan untuk mengembangkan                   diperbaiki/direvisi                 berdasarkan 
                     modul kimia berbasis inkuiri terbimbing pada              saran/masukan  dari  para  ahli.  Sebelum 
                     materi  hidrolisis  garam  bagi  siswa  kelas  XI         diujicobakan  Modul  yang  dikembangkan 
                     SMA,  mengetahui          karakteristik    modul,         divalidasi    oleh   7    orang    ahli   dengan 
                     mengetahui        kelayakan        modul       dan        menggunakan formula Aiken. Kriteria yang 
                     meningkatkan  hasil  belajar  siswa  setelah              digunakan  adalah  jika  Indeks    Lebih  besar 
                     menggunakan  modul  kimia  berbasis  inkuiri              atau  sama  dengan  0,76  maka  tahapan 
                     terbimbing           yang         dikembangkan.           pengembangan dapat dilanjutkan.  
                              Model yang digunakan sebagai dasar 
                     untuk  pengembangan  modul  kimia  berbasis               Hasil Penelitian dan Pembahasan 
                     inkuiri terbimbing ini merupakan hasil adaptasi 
                     model 4-D (four-D model) yang dikemukakan                        Pada  tahap  define,  mengidentifikasi 
                     oleh    Thiagarajan     (1974:     5).   Prosedur         masalah-masalah  yang  ada  dalam  proses 
                     pengembangan  modul  kimia  berbasis  inquiri             pembelajaran  dan  menjadi  dasar  untuk 
                     terbimbing menggunakan model 4-D. Model 4-                merancang produk berupa modul yang akan 
                     D  meliputi  define,  design,  development  and           dibuat.  Pada  tahapan  ini  dilakukan  analisis 
                     disseminate.  Pemilihan  model  4-D  untuk                pada siswa dan guru, materi serta kurikulum 
                     mengembangkan modul kimia berbasis inkuiri                yang sudah berjalan di SMA N 1 Pekalongan, 
                     terbimbing dengan alasan sebagai berikut : 1)             SMA N 2 Sekampung dan MA Ma’arif 5 
                     Model pengembangan runtut. 2) Adanya tahap                Sekampung Kabupaten Lampung Timur.  
                     validasi  dan  uji  coba  perangkat  menjadikan               Tahapan ini merupakan analisis kebutuhan 
                     produk yang dihasilkan lebih baik.                        siswa  dan  guru  serta  analisis  materi  dan 
                            Sampel pada penelitian ini adalah siswa            kurikulum     yang     telah   digunakan     dan 
                     kelas XI SMA N 1 Pekalongan, SMA N 2                      dilaksanakan di SMA N 1 Pekalongan, SMA 
                     Sekampung dan MA Ma’arif 5 Sekampung.                     N  2  Sekampung  dan  MA  Ma’arif  5 
                     Pada  uji  coba  skala  kecil,  produk  diuji             Sekampung  Kabupaten  Lampung  Timur. 
                     cobakan pada 15 siswa yang berasal dari 5                 Materi  kimia    yang  akan  dikembangkan 
                     orang  siswa  kelas  XI  pada  masing-masing              adalah  materi  hidrolisis  garam.  Materi 
                     sekolah. Pada uji coba skala besar  produk                hidrolisis garam dipilih berdasarkan nilai UN 
                     diuji cobakanpada 78 siswa yang  berasal dari             tahun 2013 dan 2014 di SMA N 1 Pekalongan, 
                     kelas  XI  ketiga  sekolah.  Pada  uji  lapangan          SMA N 2 Sekampung dan MA Ma’arif 5 
                     produk  diujicobakan  pada  80  siswa  yang               Sekampung, masih dibawah rerata nilai UN 
                     berasal  dari  kelas  XI  IPA  1,  SMA  N  1              propinsi      dan     nasional      pada     KD 
                     Pekalongan, XI IPA 3 SMA N 2 Sekampung                    mendeskripsikan  hirolisis  garam  dan  Ksp. 
                     dan XI IPA 3 MA Ma’arif 5 Sekampung.                      Berdasarakan  data  hasil  UN  dua  tahun 
                            Instrumen  yang  digunakan  dalam                  berturut- turut materi hidrolisis garam masih 
                     penelitian  pengembangan  ini  yaitu  angket,             di  bawah rerata untuk tingkat sekolah, oleh 
                     soal  tes,  lembar  validasi,  lembar  penilaian          karena  itu  berarti  materi  tersebut  masih 
                                                                Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Sains (SNPS) 2016 | 207  
                  
                 tergolong  materi  yang  sulit  menurut  siswa         daripada    siswa   yang     belajar   dengan 
                 karena daya serap tersebut masih tergolong             menggunakan        metode       pembelajaran 
                 rendah dibandingkan dengan daya serap siswa            konvensional.    Pada    inkuiri   terbimbing 
                 pada materi yang lain. Berdasarkan Peraturan           masalah  dikemukakan  oleh  guru  atau 
                 Menteri    Pendidikan     dan     Kebudayaan           bersumber  dari  bahan  ajar.  Siswa  bekerja 
                 Republik  Indonesia  No  81  A  Tahun  2013            untuk menemukan jawaban terhadap masalah 
                 tentang  Implementasi  Kurikulum  Pedoman              tersebut  di  bawah  bimbingan  intensif  guru( 
                 Umum  Pembelajaran,  kurikulum  2013                   Callaah cit Amri, 2010). 
                 menganut      pandangan       dasar     bahwa                Tahap  kedua  yakni  tahapan  design, 
                 pengetahuan tidak dapat dipindahkan begitu             Pada tahapan ini dilakukan penyusunan draft 
                 saja dari guru ke peserta didik. Peserta didik         awal  modul  berbasis  inkuiri  gterbimbing, 
                 adalah  subjek  yang  memiliki  kemampuan              selain  modul  juga  disusun  perangkat 
                 untuk  secara  aktif  mencari,  mengolah,              pembelajaran lainnya yang mendukung proses 
                 mengkonstruksi,        dan      menggunakan            pembelajaran. 
                 pengetahuan.  Untuk  itu  pembelajaran  harus             Pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing 
                 berkenaan dengan kesempatan yang diberikan             dipilih  karena  dapat  meningkatkan  hasil 
                 kepada  peserta  didik  untuk  mengkonstruksi          belajar siswa serta dapat meningkatkan sikap. 
                 pengetahuan dalam proses kognitifnya. Agar             Hal  ini  sesuai  dengan  Penelitian  Ibrahim 
                 benar-benar      memahami       dan      dapat         Bilgin (2009) mengemukakan bahwa “siswa 
                 menerapkan pengetahuan, peserta didik perlu            yang belajar dengan guided inquiry memiliki 
                 didorong     untuk    bekerja    memecahkan            pemahaman konsep asam basa yang lebih baik 
                 masalah,  menemukan  segala  sesuatu  untuk            dan  memiliki  sikap  yang  lebih  positif”. 
                 dirinya,  dan  berupaya  keras  mewujudkan             Pendekatan        pembelajaran        berbasis 
                 idenya.   Berdasarkan     Peraturan   Menteri          penyelidikan    (inkuiri)   didukung     pada 
                 Pendidikan    dan    Kebudayaan      Republik          pengetahuan  tentang  proses  pembelajaran 
                 Indonesia No 65 Tahun 2013 tentang Standar             yang telah muncul dari penelitian (Bransford 
                 Proses,  bahwa untuk memperkuat pendekatan             et  al.2000).  Di  ilmu  pendidikan  berbasis 
                 ilmiah  (scientific),  tematik  terpadu  (tematik      inkuiri,  anak-anak  menjadi  terlibat  dalam 
                 antarmata  pelajaran),  dan  tematik  (dalam           banyak  kegiatan  dan  menggunakan  proses 
                 suatu  mata  pelajaran)  perlu  diterapkan             berpikir seperti ilmuwan untuk menghasilkan 
                 pembelajaran                          berbasis         pengetahuan  baru.  Kegiatan  dalam  stretegi 
                 penyingkapan/penelitian     (discovery/inquiry         pembelajaran  inkuiri  adalah  merumuskan 
                 learning).                                             pertanyaan yang mengarah kepada kegiatan 
                       Berdasarkan     hasil   observasi    dan         invertigasi,  menyusun  hipotesis,  melakukan 
                 wawancara dengan guru kimia di SMA N 1                 percobaan     untuk    mengumpulkan       dan 
                 Pekalongan, SMA N 2 Sekampung dan MA                   mengolah  data,  menguji  hipotesis  dengan 
                 Ma’arif  5  Sekampung  diketahui  bahwa                melakukan  analisis  data,  dan  merumuskan 
                 metode  pembelajaran  yang  digunakan  oleh            kesimpulan     berdasarkan    hasil    temuan 
                 guru  masih  konvensional  dan  jarang  sekali         (Hamdani, 2011). 
                 menggunakan  model  pembelajaran  inkuiri,                   Tahap  yang  ketiga  adalah  tahapan 
                 yang artinya siswa belum terbiasa melakukan            develop  pada  tahapan  ini  dilakukan  validasi 
                 pembelajaran menggunakan inkuiri, sehingga             modul, uji coba skala kecil, uji coba besar dan 
                 peneliti  memutuskan  untuk  menggunakan               uji coba implementasi modul di tiga sekolah. 
                 model  pembelajaran  inkuiri  terbimbing.              Hasil validasi dari dua dosen dan ahli materi 
                 Peneliti  berharap  dengan  pemilihan  metode          dan media, lima guru kimia mempunyai krieria 
                 inkuiri  terbimbing  ini  pembelajaran  akan           baik yang artinya dapat dilan jutkan pada tahap 
                 menjadi  lebih  efektif  yang  ditunjukkan             selanjutnya.   Dua  dosen  kimia  menilai 
                 dengan ketuntasan hasil belajar siswa secara           kelayakan  isi  dan  kelayakan  penyajian  pada 
                 individual  dan  klasikal.  Penelitian  dari           modul,  lima  guru  kimia  menilai  kelayakan 
                 Matthew  dan  Kenneth(2013)  menunjukkan               bahasa pada modul.  
                 bahwa  siswa  yang  diajarkan  menggunakan                   Validasi yang digunakan adalah validasi 
                 metode  pembelajaran  inkuiri  terbimbing              aiken dengan kriteria aiken sama dengan atau 
                 memiliki  nilai  prestasi  yang  lebih  baik           lebih  dari  0,76  untuk  tiap  butir  penilaiannya 
                   208 | Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sains dan Kompetensi Guru Melalui Penelitian & Pengembangan 
                                                                                 dalam Menghadapi Tantangan Abad-21 
Kata-kata yang terdapat di dalam file ini mungkin membantu anda melihat apakah file ini sesuai dengan yang dicari :

...Seminar nasional pendidikan sains peningkatan kualitas pembelajaran dan kompetensi guru melalui penelitian pengembangan dalam menghadapi tantangan abad surakarta oktober modul kimia sma ma berbasis inkuiri terbimbing pada materi pokok hidrolisis garam ryzal perdana ashadi sri yamtinah universitas nahdlatul ulama lampung timur sebelas maret email korespondensi ryzalperdana gmail com abstrak ini bertujuan untuk mengetahui tahapan bahasan kelayakan hasil efektivitas menggunakan merupakan educational research and development model yang digunakan adalah d four keempat tersebut define design diseminate pengujian dilakukan dengan eksperimen sampel sebanyak dua kelas masig masing sekolah hal membandingkan belajar siswa kontrol di n pekalongan sekampung arif kab tahun akademik menunjukkan bahwa langkah telah tahap juga mendapatkan kriteria sangat baik artinya layak menunjukan ada setelah uji statistik taraf signifikansi lebih dari konvensional kata kunci pendahuluan nilai un masih rendah atau i...

no reviews yet
Please Login to review.