jagomart
digital resources
picture1_Scheduling Pdf 193584 | Makalah If2211 Stima 2022 K1 (36)


 194x       Filetype PDF       File size 0.35 MB       Source: informatika.stei.itb.ac.id


Scheduling Pdf 193584 | Makalah If2211 Stima 2022 K1 (36)
...

icon picture PDF Filetype PDF | Posted on 06 Feb 2023 | 2 years ago
Partial capture of text on file.
 
                               Implementasi CPU Scheduling dalam 
                   Multiprogramming dengan Pendekatan Greedy
                                                                 Amar Fadil - 13520103 
                                                             Program Studi Teknik Informatika 
                                                          Sekolah Teknik Elektro dan Informatika 
                                                 Institut Teknologi Bandung, Jalan Ganesha 10 Bandung 
                                                            E-mail: 13520103@std.stei.itb.ac.id 
                                                                                
                                                                                
              Abstract—Dalam multiprogramming, utilisasi CPU diharapkan          setiap proses. Pada penjadwalan real-time, penjadwalan dengan 
          selalu tinggi. Dibutuhkan sebuah algoritma penjadwalan program         priority  scheduling  dapat  dilakukan  dengan  rate  monotonic 
          sehingga CPU memiliki utilisasi penuh setiap saat. Strategi greedy     shceduling  untuk  soft  real-time  system  yang  tidak  memiliki 
          dapat  digunakan  dalam  menjadwalkan  program  secara  efisien        deadline pengerjaan proses dan earliest deadline first (EDF) 
          yang biasa disebut sebagai priority scheduling. Shortest first job     untuk  hard  real-time  system  yang  mewajibkan  proses  harus 
          merupakan  salah  satu  algoritma  priority  scheduling  non-          diproses sehingga tidak boleh melewati deadline [1]. 
          preemptive. Diharapkan dengan priority scheduling, kriteria CPU            Dalam  makalah  ini,  akan  dibahas  penggunaan  strategi 
          scheduler yang bagus terpenuhi dengan baik.                            greedy dalam mengimplementasikan priority scheduling seperti 
              Keywords—multiprogramming;        greedy;    cpu   scheduling;     SJF,  terutama  pada  kasus  non-preemptive.  Implementasi  ini 
          shortest job first                                                     dapat digunakan dalam level sistem operasi. Selain itu, juga akan 
                                                                                 dibahas perbandingan antara shortest job first pada kasus non-
                                 I.   PENDAHULUAN                                preemptive dengan penjadwalan non-preemptive lainnya seperti 
              Multiprogramming mengharuskan utilisasi CPU yang tinggi            FCFS. 
          setiap  saat  sehingga  tidak  terdapat  waktu  CPU  untuk                                     II.  TEORI DASAR 
          mengganggur. Dibutuhkan sebuah penjadwalan yang disebut 
          sebagai CPU scheduling. Beberapa kriteria dalam menilai CPU            A.  Algoritma Greedy 
          scheduling yang bagus, diantaranya utilisasi CPU maksimum, 
          throughput maksimum, turnaround time minimum, waiting time                 Algoritma  greedy  merupakan  salah  satu  cara  untuk 
          minimum,  dan  response  time  minimum  [1].  Sebuah  job              memecahkan masalah pada suatu permasalahan. Algoritma ini 
          seringkali  disebut  sebagai  proses.  Penjadwalan  proses  dapat      cukup populer dan mengandalkan pendekatan yang sederhana 
          dijalankan secara preemptive, yakni penyerobotan paksa proses          untuk  persoalan  optimalisasi,  yakni  masalah  mengenai 
          sedang berjalan oleh proses yang baru muncul, atau secara non-         pencarian  maksimasi  dan  minimasi.  Banyak  sekali  contoh 
          preemptive,  yakni  proses  yang  berjalan  harus  diselesaikan        permasalahan yang dapat diselesaikan dengan algoritma greedy, 
          terlebih dahulu sebelum memproses proses baru.                         akan  tetapi  greedy  mempunyai  kelemahan  yakni  hanya 
              Secara  sederhana,  pembagian  penjadwalan  proses  dapat          mendapatkan  local  optimum  alih-alih  global  optimum  yang 
          dilaksanakan dengan FCFS (First Come, First Served), yakni             sebenarnya diinginkan. 
          proses yang pertama kali masuk akan diproses pertama kali juga.            Prinsip kerja dari algoritma ini adalah “take what you can get 
          Pembagian  penjadwalan  dengan  FCFS  ini  bersifat  non-              now”, yaitu mencari solusi optimal pada setiap langkah. Jika 
          preemptive,  sehingga  dapat  terjadi  convoy  effect  berupa          solusi yang ingin dicari adalah nilai maksimal, algoritma greedy 
          fenomena proses baru menunggu proses yang sedang dikerjakan            akan  mengambil  nilai  maksimal  saat  itu  tanpa  memikirkan 
          dalam waktu sangat lama. Hal ini dapat diselesaikan dengan             konsekuensi pada langkah berikutnya. Sebaliknya, jika solusi 
          round robin, yakni algoritma penjadwalan yang bersifat pre-            yang  diinginkan  adalah  solusi  dengan  nilai  minimal,  nilai 
          emptif dalam satuan waktu yang disebut time quantum. Time              minimal akan diambil. Nilai maksimal atau minimal sementara 
          quantum harus dibuat sedemikian rupa sehingga tidak terlalu            ini disebut local optimum. Pada langkah berikutnya, algoritma 
          kecil  (banyak  overhead  akibat  context  switching)  dan  tidak      greedy akan kembali mencari local optimum. Pencarian local 
          terlalu besar (bekerja layaknya FCFS) yang biasanya berkisar           optimum ini terus diulang hingga langkah terakhir. Pada langkah 
          antara 10-100ms.                                                       terakhir, algoritma greedy diharapkan dapat menemukan solusi 
              Selain  FCFS  dan  round  robin,  terdapat  algoritma  yang        optimal  dari  permasalahan  dengan  solusinya  disebut  sebagai 
          memakai  strategi  greedy,  seringkali  disebut  sebagai  priority     global optimum. Meskipun begitu, sebagian permasalahan yang 
          scheduling karena mengurutkan proses pengerjaan berdasarkan            ada  tidak  dijamin  ditemukan  solusi  optimalnya  dengan 
          prioritas setiap proses. Salah satu algoritma prority scheduling       algoritma  greedy,  atau  dengan  kata  lain  local  optimumnya 
          adalah  Shortest  Job  First  (SJF)  yang  mengurutkan  proses         berbeda dengan global optimum. 
          pengerjaan  berdasarkan  prediksi  CPU  burst  selanjutnya  dari 
                                            Makalah IF2211 Strategi Algoritma, Semester II Tahun 2021/2022 
                                                                                
               Supaya  strategi  greedy  yang  dipakai  efektif  dan  efisien             eksekusi CPU dengan I/O wait yang saling bergantian. Untuk 
           dalam  menyelesaikan  masalah  secara  akurat,  diperlukan                     mencapai  multiprogramming,  dibutuhkan  sebuah  CPU 
           perencanaan fungsi seleksi yang baik. Akan tetapi, sulit untuk                 Scheduling  yang  efektif  dan  efisien,  sehingga  proses  yang 
           membuktikan  bahwa  sebuah  strategi  greedy  dengan  fungsi                   menunggu I/O wait memberikan bagiannya kepada proses lain 
           seleksi yang dipilih pasti merupakan global optimum. Untuk                     yang membutuhkan. 
           membuktikan fungsi seleksi konvergen menuju global optimum, 
           harus dilakukan pembuktian dengan induksi matematika, yang                     C.  CPU Scheduling 
           tentunya sulit untuk dilakukan. Meski begitu, kita juga dapat                      CPU scheduling merupakan sebuah algoritma yang dapat 
           membuktikan bahwa suatu strategi greedy bukan merupakan                        menjadwalkan proses sedemikian rupa untuk dijalankan secara 
           global     optimum  hanya  dengan  memberikan  instansi                        berurutan.  Hal  ini  biasanya  diimplementasikan  dalam  level 
           permasalahan yang menunjukkan hasil local optimum berbeda                      sistem  operasi.  Tujuan  utama  CPU  Scheduling  adalah 
           dengan global optimum.                                                         tercapainya        multiprogramming.            Dalam         mencapai 
               Terdapat beberapa elemen greedy, yakni sebagai berikut: [2]                multiprogramming, CPU Scheduling memiliki kriteria sebagai 
               1)  Himpunan Kandidat, C: berisi kandidat yang akan dipilih                berikut [1]: 
           pada setiap langkah (misalnya koin, job, benda, dsb).                              •  Utilisasi  CPU  maksimum:  penggunaan  CPU  secara 
               2)  Himpunan Solusi, S: berisi kandidat yang sudah dipillih                        maksimum setiap waktu, dimana CPU akan selalu sibuk 
           dan akan menjadi solusi permasalahan.                                                  dalam mengerjakan proses 
               3)  Fungsi Solusi: menentukan apakah himpunan kandidat                         •  Throughput  maksimum:  banyaknya  proses  yang 
           yang dipilih sudah menjadi solusi permasalahan.                                        diekseskusi  dalam  satuan  waktu  bernilai  maksimum, 
                                                                                                  sehingga banyak proses yang dapat diproses dalam suatu 
               4)  Fungsi  Seleksi  (selection  function):  memilih  kandidat                     waktu. 
           berdasarkan strategi greedy tertentu. Strategi greedy ini bersifat                 •  Turnaround time minimum: waktu total yang dibutuhkan 
           heuristik.                                                                             untuk  mengeksekusi  proses,  dimulai  dari  waktu 
               5)  Fungsi      Kelayakan  (feasible):  memeriksa  apakah                          kedatangan  hingga  burst  time  proses,  seminimum 
           kandidat yang dipilih dapat dimasukkan ke dalam himpunan                               mungkin  sehingga  proses  dapat  diselesaikan  dengan 
           solusi (layak atau tidak).                                                             cepat. 
               6)  Fungsi          Obyektif:        memaksimumkan               atau          •  Waiting time minimum: waktu yang dibutuhkan proses 
           meminimumkan.                                                                          dalam menunggu di ready queue seminimum mungkin. 
               Skema umum yang digunakan dalam strategi greedy adalah                         Sebuah penjadwalan dapat memiliki sifat preemptive, yakni 
           sebagai berikut: [2]                                                           penyerobotan paksa proses sedang berjalan oleh proses yang 
                                                                                          baru muncul, atau secara non-preemptive, yakni proses yang 
              function greedy(C: himpunan_kandidat) →  himpunan_solusi                    berjalan harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum memproses 
              { mengembalikan  solusi dari persoalan  optimasi dengan                     proses baru. CPU scheduling dapat dilakukan dalam beberapa 
              algoritma greedy }                                                          tempat,  yaitu  ketika  proses  dalam  keadaan  running  menjadi 
               
              Deklarasi                                                                   waiting (non-preemptive) atau ready (preemptive), ketika proses 
                x: kandidat                                                               dalam keadaan waiting menjadi ready (preemptive), dan ketika 
                S: himpunan_solusi                                                        proses    diterminasi     (non-preemptive).       Context  switching 
                                                                                          merupakan tahap penggantian proses yang dikerjakan dengan 
              Algoritma                                                                   proses  lainnya  yang  akan  dikerjakan.  Terjadinya  context 
                S  {}    { inisialisasi S kosong } 
                while ((not SOLUSI(S)) and (Q  {})) do                                   switching tentunya mengakibatkan overhead dalam membaca 
                  x  SELEKSI(C)   { pilih sebuah kandidat dari C }                       process control block (PCB) dari proses yang akan dijalankan 
                  C  C – {i}      { buang x dari C }                                     dan menuliskan PCB dari proses yang sedang dikerjakan jika 
                  if (LAYAK(S  {x})) then { x memenuhi kelayakan }                       masih memiliki waktu burst. 
                    S  S  {x}    { masukkan x ke himp. solusi } 
                  endif                                                                       Beberapa  contoh  CPU  scheduler  adalah  first-come  first-
                endwhile                                                                  served (FCFS), round-robin (RR), dan shortest job first (SJF). 
                { SOLUSI(S) or C = {} }                                                   Dalam kasus sistem  real-time,  terdapat  pula  rate  monotonic 
                                                                                          scheduling  dan  earliest  deadline  first  (EDF).  SJF  dan  CPU 
                if (SOLUSI(S)) then  { solusi sudah lengkap } 
                  return S                                                                scheduler  untuk  sistem  real-time  merupakan  jenis  priority 
                else                                                                      scheduler,  dimana  penjadwalan  dilakukan  berdasarkan  suatu 
                  write(‘tidak ada solusi’)                                               prioritas.   Untuk  SJF  non-preemptive,  proses  diurutkan 
                endif                                                                     berdasarkan  prioritas  prediksi  CPU  burst  time  selanjutnya 
                                                                                          (biasanya prediksi dilakukan dengan exponential average), dan 
           B.  Multiprogramming                                                           untuk SJF preemptive, juga disebut sebagai shortest remaining 
               Multiprogramming  merupakan  konsep  yang  menekankan                      time  first  (SRTF),  proses  diurutkan  berdasarkan  waktu  CPU 
           penggunaan  CPU  semaksimal  mungkin  sehingga  tidak                          burst yang tersisa. Sedangkan untuk rate-monotonic scheduling, 
           menganggur.  Selama  eksekusi  proses,  akan  terjadi  siklus                  proses diurutkan berdasarkan oleh inverse dari periodik, dengan 
                                                Makalah IF2211 Strategi Algoritma, Semester II Tahun 2021/2022 
                                                                                        
                 kata lain, periodik paling singkat mendapatkan prioritas paling 
                 tinggi, dan periodik paling lama mendapatkan prioritas paling 
                 rendah.  Terakhir  untuk  EDF,  proses  diurutkan  berdasarkan 
                 deadline  proses,  sehingga  tidak  memerlukan  periodik  proses 
                 layaknya rate monotonic scheduling. 
                                                                                                                                                                                                   (b)                                
                                                                                                                                             Gambar II.2 (a) Multilevel queue scheduling dan (b) Multi-feedback 
                                                                                                                                                                                       queue scheduling. 
                                                                                                                                                                                                                                     th
                                                                                                                                              Sumber: S. Abraham, Operating System Concepts 10  ed., pp. 215-
                                                                                                                                                                                                   216 
                                                                                                                                                                      III.  APLIKASI STRATEGI GREEDY 
                                                                                                                                            A.  Mapping Elemen Greedy 
                                                                                                                                                   Dalam penjadwalan menggunakan shortest job first, terdapat 
                                                                                                                                            beberapa identifikasi elemen-elemen dari suatu masalah yang 
                                                                                                                                            dapat  diselesaikan  secara  sistematis  menggunakan  strategi 
                                                                                                                                            greedy: 
                                                                                                                                                   1) Himpunan  Kandidat,  C:  merupakan  beberapa  proses 
                          Gambar II.1 Contoh penjadwalan  non-preemptive SJF dan                                                            yang tersedia dalam ready queue. Dalam kasus non-preemptive, 
                                                       preemptive SJF (SRTF).                                                               setiap  proses  hanya  dapat  dijalankan  sekali  hingga  selesai. 
                                                                                                          th                                Meski begitu, pada kasus preemptive, setiap proses mungkin 
                   Sumber: S. Abraham, Operating System Concepts 10  ed., pp. 207-                                                          dijalankan  beberapa  kali  hingga  selesai.  Proses  biasanya 
                                                                        209                                                                 diidentifikasi dengan P                       , dengan subscript i merupakan indeks 
                                                                                                                                                                                      i+1
                                                                                                                                            proses pada ready queue dengan panjang n (P , P , …, P ). 
                        Terdapat metode lain dalam menjadwalkan proses, yakni                                                                                                                                                   1     2            n
                 multilevel  queue  scheduling  yang  membagi  ready  queue                                                                        2)  Himpunan  Solusi,  S:  merupakan  himpunan  yang 
                 menjadi beberapa queue, dimana tiap queue memiliki algoritma                                                               berisikan  anggota  himpunan  kandidat  terurut  berdasarkan 
                 penjadwalan yang berbeda-beda (FCFS, RR, SJF, atau SRTF).                                                                  proses mana yang dijalankan terlebih dahulu di CPU. Misalnya 
                 Pada  scheduling  tersebut,  queue  dapat  di-schedule  kembali,                                                           untuk kasus non-preemptive, himpunan solusi S = {P , P , P } 
                 biasanya  dalam  bentuk  fixed  priority  scheduling  dengan                                                                                                                                                                 2      1     3
                 prioritas  absolut  yang  memungkinkan  starvation.  Untuk                                                                 berarti  CPU  akan  menjalankan  proses  kedua,  dilanjutkan 
                 mengatasi  ini,  queue  dapat  memiliki  time-slice  dengan  cara                                                          dengan  proses  pertama,  dan  diakhiri  dengan  proses  ketiga. 
                                                                                                                                            Untuk kasus preemptive, misalnya himpunan solusi S = {P , P , 
                 dibagi menjadi dua jenis: queue untuk proses background dan                                                                                                                                                                          3     1
                                                                                                                                            P P , P } 
                 untuk proses foreground dengan pembagian prioritas 20% dan                                                                    3,   2      1
                 80% terurut.                                                                                                                      3)  Fungsi Solusi: merupakan fungsi yang mengembalikan 
                                                                                                                                            benar  jika  semua  proses  pada  ready  queue  telah  dijalankan 
                        Selain multilevel queue scheduling, juga terdapat multilevel                                                        (ready queue kosong), dan salah jika sebaliknya. 
                 feedback queue scheduling dimana proses dapat dipindahkan                                                                         4)  Fungsi  Seleksi:  merupakan  strategi  greedy  yang 
                 dalam  beberapa  queue.  Hal  ini  mempermudahkan  dalam                                                                   digunakan dalam memilih proses pada ready queue (himpunan 
                 mengimplementasikan aging untuk menghilangkan starvation.                                                                  kandidat). Hasil dari fungsi seleksi adalah proses terpilih dari 
                 Parameter  yang  digunakan  dalam  penjadwalan  ini  adalah                                                                himpunan kandidat yang kemudian menjadi anggota himpunan 
                 banyaknya queue, algoritma yang dipakai untuk setiap queue,                                                                solusi. Pada shortest job first non-preemptive, strategi greedy 
                 metode untuk upgrade/demote suatu proses, dan metode untuk                                                                 yang digunakan adalah mengambil proses dengan next burst 
                 menentukan queue yang dipakai untuk proses baru.                                                                           time paling kecil. 
                                                                                                                                                   5)  Fungsi                Kelayakan:                  merupakan                  fungsi            yang 
                                                                                                                                            mengembalikan  benar  jika  proses  yang  dipilih,  sebelumnya 
                                                                                                                                            berada pada ready queue, dan salah jika sebaliknya. Secara 
                                                                                                                                            teknis, fungsi ini selalu mengembalikan nilai benar, sehingga 
                                                                                                                                            dalam skema algoritma SJF, hasil fungsi seleksi tidak perlu 
                                                                                                                                            diperiksa (langsung dimasukkan kedalam himpunan solusi). 
                                                                                                                                                   6)  Fungsi Objektif: terdiri dari beberapa kriteria yang harus 
                                                                                                                                            diminimumkan  atau  dimaksimumkan,  seperti  pada  kriteria 
                                                                                                                                            CPU scheduling di teori dasar (memaksimumkan utilisasi CPU, 
                                                                        (a)                                                                 memaksimumkan  throughput,  meminimumkan  turnaround 
                                                                           Makalah IF2211 Strategi Algoritma, Semester II Tahun 2021/2022 
                                                                                                                                         
          time,  meminimumkan  waiting  time,  dan  memnimumkan             Setelah diurutkan, penjadwalan dapat dilakukan dengan tahapan 
          response time).                                                   berikut: 
                                                                                1)  Inisialisasi himpunan solusi kosong. 
          B.  Algoritma Penjadwalan SJF Non-preemptive                          2)  Inisialisasi t = waktu kedatangan proses pertama (paling 
              Untuk  menjadwalkan  proses  dengan  shortest  job  first     awal muncul). Variabel ini digunakan untuk mencari proses 
          scheduling pada kasus non-preemptive, dapat dilakukan dengan      yang tersedia hingga pada saat t. 
          tahapan berikut:                                                      3)  Selama  ready  queue  belum  kosong,  lakukan  tahapan 
                                                                            berikut: 
             1)  Inisialisasi himpunan solusi kosong.                              a.)  Cari proses yang memiliki next burst time terkecil 
             2)  Selama  ready  queue  belum  kosong,  lakukan  tahapan                 dengan syarat waktu kedatangan sama atau lebih 
          berikut:                                                                      kecil daripada t.  
                 a.)  Cari proses yang memiliki next burst time terkecil.          b.)  Hapus proses hasil tahapan 2.a. pada ready queue. 
                 b.)  Hapus proses hasil tahapan 2.a. pada ready queue.            c.)  Tambahkan  proses  hasil  tahapan  2.a.  ke  dalam 
                 c.)  Tambahkan  proses  hasil  tahapan  2.a.  ke  dalam                himpunan solusi. 
                     himpunan solusi.                                              d.)  Jika  ready  queue  masih  belum  kosong,  assign  t 
             3)  Kembalikan himpunan solusi.                                            dengan nilai maksimum (mana yang paling besar) 
                                                                                        antara t + next burst time dari proses hasil tahapan 
             Secara algoritmik, shortest job first scheduling untuk kasus               2.a dan arrival time proses pertama di ready queue 
          non-preemptive dapat dilakukan sebagai berikut:                               (setelah proses hasil tahapan 2.a. dihapus dari ready 
                                                                                        queue). 
            function SJFNonPreemptive(Q: himpunan_kandidat) →                   4)  Kembalikan himpunan solusi. 
            himpunan_solusi                                                     Secara algoritmik, generalisasi shortest job first scheduling 
            { mengembalikan urutan penjadwalan proses dengan                untuk kasus non-preemptive, yakni waktu kedatangan proses 
            algoritma SJF untuk kasus non-preemptive }                      diketahui, dapat dilakukan sebagai berikut: 
             
            Deklarasi         
              S: himpunan_solusi                                              function SJFNonPreemptive2(Q: himpunan_kandidat) 
              p: Process                                                      →  himpunan_solusi 
              {- type Process {                                               { mengembalikan urutan penjadwalan proses dengan 
                     burst: integer                                           algoritma  SJF  untuk  kasus  non-preemptive  dan 
              } -}                                                            arrival time diketahui (proses dianggap datang 
                                                                              tidak  bersamaan).  Asumsi  Q  tidak  kosong  dan 
            Algoritma                                                         dimulai dari indeks 0. }             
              S  {}                                                           
              while (Q  {}) do                                               Deklarasi 
                     p    proses  dengan  next  burst  time                    S: himpunan_solusi 
            terkecil                                                            p: Process 
                     Q  Q – {i}                                                {- type Process { 
                     S  S  {i}                                                  arrival: integer, 
              endwhile                                                            burst: integer 
              return S                                                          } -} 
                                                                                t: integer 
                                                                               
             Analisis kompleksitas algoritma tersebut membutuhkan satu        Algoritma 
          loop utama, yakni ketika Q tidak kosong, dan membutuhkan              S  {} 
          loop untuk mencari proses dengan next burst time terkecil. Jika       t  Q[0].arrival 
          diketahui panjang Q adalah N, maka total operasi perbandingan         while (Q  {}) do 
          yang dilakukan adalah (N+1) + (N) + (N-1) + … + 3 + 2 =                 p  proses dengan next burst time terkecil 
                                 2                                            dan waktu arrival ≤ t 
          N(N+1)/2  +  N  =  O(N ).  Kompleksitas  ini  dapat  dioptimasi         Q  Q – {i} 
          dengan mengurutkan proses dari next burst time paling kecil             S  S  {i} 
          terlebih  dahulu,  sehingga  untuk  mencari  proses  dengan  next       if (Q  {}) then 
          burst time terkecil cukup hanya mengambil elemen pertama dari             t  max(t + p.burst, Q[0].arrival) 
          ready queue yang telah terurut. Jika proses diurutkan terlebih          endif 
          dahulu, maka total operasi perbandingan yang dilakukan adalah         endwhile 
          sebanyak panjang elemen Q, yaitu O(N).                                return S 
                                                                                                                                            
             Secara  umum,  jika  diketahui  arrival  time  dari  masing-       Analisis  kompleksitas  algoritma  tersebut  mirip  seperti 
          masing proses (proses datang tidak secara bersamaan), maka        algoritma    SJFNonPreemptive,      dimana     algoritma    ini 
          proses terlebih dahulu diurutkan mulai dari kedatangan paling     membutuhkan satu loop utama, yakni ketika Q tidak kosong, dan 
          cepat hingga paling lama (bisa menggunakan priority queue). 
                                         Makalah IF2211 Strategi Algoritma, Semester II Tahun 2021/2022 
                                                                           
The words contained in this file might help you see if this file matches what you are looking for:

...Implementasi cpu scheduling dalam multiprogramming dengan pendekatan greedy amar fadil program studi teknik informatika sekolah elektro dan institut teknologi bandung jalan ganesha e mail std stei itb ac id abstract utilisasi diharapkan setiap proses pada penjadwalan real time selalu tinggi dibutuhkan sebuah algoritma priority dapat dilakukan rate monotonic sehingga memiliki penuh saat strategi shceduling untuk soft system yang tidak digunakan menjadwalkan secara efisien deadline pengerjaan earliest first edf biasa disebut sebagai shortest job hard mewajibkan harus merupakan salah satu non diproses boleh melewati preemptive kriteria makalah ini akan dibahas penggunaan scheduler bagus terpenuhi baik mengimplementasikan seperti keywords sjf terutama kasus level sistem operasi selain itu juga perbandingan antara i pendahuluan lainnya mengharuskan fcfs terdapat waktu ii teori dasar mengganggur beberapa menilai a diantaranya maksimum throughput turnaround minimum waiting cara response memec...

no reviews yet
Please Login to review.